Saturday, 10 November 2012

SAAT PECAHNYA PERSPEKTIF BATU

kenangan lalu, memaku rindu


Dulu , jahil memahami erti ukhuwah, tidak mampu menilai dan menghayati erti ukhuwah. Yang difahamai, kalau berukhuwah mesti semuanya yang bahagia-bahagia. Mesti Sahabat yang memahami, mesti Sahabat yang satu fikrah, mesti Sahabat yang sama 'dunia'nya dengan jiwa....Aduh...susah ditemukan.....
Benarlah perrbezaan itu mengajat erti menghargai. Perbedaan yang ada sebenarnya perlu dipandang tinggi kerna ia membuatkan kita memahami erti keunikan. Jujur, andai anda selalu melalui rentak perjalanan ynag sama, anda lupa memberi perhatian pada sekeliling. Dalam pemikiran anda semua benda sama, baik-baik, tak perlu difikirkan apatah lagi dirisaukan. 

Tiada ekspresi yang menarik untuk digambarkan pada dunia, bahawa kehidupan ini luar biasa, kerna, saban waktu, saban ketika, masih menjalani benda yang sama. Dulu saya masih ingat, bagaimana saya menilai ukhuwah di perspektif saya....cukup buruk. Hanya berada di satu persada lalu berlegar-legar di sekelilingnya. Bila saya berjalan sedikit demi sedikit,memecahkan keras perspeksi yang 'batu' ini, akhirnya saya temukan percikan aliran rasa yang begitu selesa, benar, biar susah melaluinya, tapi itulah keputusannya. memahami orang lain, mengerti kemahuan dan kehendak mereka, menjiwai keperibadian mereka, membaca halus sikap mereka, susah kita temukan walau hanya 25% perkara yang SAMA dan SERUPA.
Tapi setelah bisa mengemudinya, ia dirasakan amat mmaku bahagia dalam jiwa. kita belajar untuk menyesuaikan diri, mengawal diri, berkongsi dan melengkapi.

sedar, untu menjiwai kisah yang semalam saya pasti yidak ampu kembali! walau hanya seditik. Tapi DIA tetap beri hari,waktu,masa,saat dan ketika ini. Saya mahu menghaggai dengan sedaya mampu . Bikan membuang diri yang dulu tapi meng'upgrade' sejarah yang sudah berlalu. Masa silih berganti, mengajar saya banyak pelajaran, Mungkin hanya secebis dua yang di mata  manusia bukan apa2. Tapi bagi saya, ia amat bermakna. Saya dah tertibggal banyak benilaian lebih 20 tahun yang lalu, saya kini hanya mahu berjalan ke hadapan mencari nilai baru untuk dipraktik dalam keadaan semasa dan menilai apa yang telah lalu.

Saya amat merindui jiwa-jiwa yang menemani saya berjalan satu ketika dulu. Ingat bagaimana jurang di antara kami, mencetus revolusi yang menyebabkan kami saling membenci bila tiba waktu dan ketikanya. Membuat kami saling menyakiti untuk menjaga ego dalam diri.... Itu dulu... kini, saya rasakan saya temukan apa kebahagiaan dan ketenangan di sebalik semua itu...biar sudah terlambat untuk menunjukkkan dan melakukannya tapi masih BELUM TERLAMBAT untuk saya menyatakannya.
Manusia....sering-sering mengungkit kisah yang sudah terlepas. sedikit demi sedikit,fitrah ini, bukan untuk kita meratapi apa yang telah lalu tapi sebenarnya bersedia belajar dari kisah lepas untuk mencipta peluang baru di masa hadapan. Kini, saya menghayati ukhuwah dengan perspektif yang baru.....


No comments :

Post a Comment