Saturday, 23 March 2013

CINTA HAKIKI:Cetusan dari kanvas KEKURANGAN

Di keheningan pagi yang datang,
saat mata terbuka memandang,
melihat dunia yang terang,
ada rasa yang bertandang,
HamdanliLLAH aku masih punya peluang!!!

Semalam serasanya ada bebanan yang tertanggung, mengusung tekanan yang menggunung.
Semakin HATI cuba ditinta dengan lautan ma'rifah,
semakin giat DIA datang mencoba,menagih erti sebuah IKHLAS.
Sungguh melakukan sesuatu amalan biar IKHLAS,supaya kita tidak lelah melakukan perkara penghujungnya hanya sia-sia.

Saat mata terbuka,ada rasa yang berombak dida,Sudah kerap aku terlepas DIA di 'persinggahan dinihari'.
Benar kata MURABBIKU,
Jangan kita tinggalkan DIA walau seketika, ia memberi kesan bukan hanya pada jiwa,
tapi pada setiapinci kehidupan. Menjadikan kita terhenti di pertengahan, menjadikan kita lembab di pendakian.

Semakin tinggi kita cuba pergi,
semakin lama kita cuba berdiri,
semakin gigih kita mencari,
Semakin kerap DIA menguji,
untuk kita lihat dan berpijak di bumi realiti,
bukan hanya indah diulit angan dan mimpi.

Mungkin sudah masa, melangkah ke fasa baru. Buka hati dan jiwa untuk CINTA.
CINTA yang lebih mendalam untuk dipraktikkan.
Jika selama ini, kita hanya mencintai kenikmatan dan kebahagiaan,
mungkin kali ini,kita bisa biaskan cinta itu untuk kesusahan dan kesedihan,
Jika selama ini, kita hanya mencintai kesempurnaan,
apa kata, kita lorek sedikit cinta itu untuk kekurangan....
Jika kita selamanya mencintai ketawa menghiasi kehidupan.
ayuh, kita cuba cintai air mata sebagai peneman...

Sesuatu yang saya belajar dari seorang SAHABAT di MESIR,
acapkali kekurangan dan ketidaksempurnan ialah sebenarnya pemangkin kebangkitan.
Kita akan terus berusaha mencapai, walau masa sudah menentukan kemampuan kita tak bisa merungkai,
Kita akan terus berusaha mencari, walau sebenar kekuatan kita dibatasi...
------------------------------------------------------------------------------------------

Merindui bumi Barakah Muassasah dan seisinya,kerna di situ saya bermula.
Kabur di pandangan mata, Lemas di pertembungan permasalahan, Salah dalam tingkah dan perlakuan,
Rebah di tengah pendakian,Hanyut dalam arus kelekaan,
saya tongkah arus dengan arah yang berlawanan,
saya kental berlari walau sebenar menyakiti,
kerna SETIA SANG MURABBI.
Mencabar saya untuk tetap dan kuat.

Hari ini, saya tahu,
walau saya tak boleh bertahan untuk diri sendiri,
cukup jika saya bertahan untuk INSAN-INSAN yang menanti,
kerna MEREKA selalu mahu saya JAGA, jangan mudah KECEWA,kerna kata MEREKA juga akan turut MERASA bahkan lebih dari apa yang saya RASA.
kata MEREKA,sabar...tabah...pendakian ini kan berakhir jua,MEREKA SETIA menanam harapan dan impian walau masa belum lagi kesampaian...



No comments :

Post a Comment